Jumat, 02 Oktober 2015

Global Green Growth Institute (GGGI)



A.    Pendahuluan
Bukan kisah baru jika proyek-proyek pembangunan yang berlabel Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI) banyak menuai kritikan, mengalami penolakan karena dituding mengabaikan hak warga dan membahayakan lingkungan.  Untuk memastikan MP3EI memiliki konsep pembangunan berkelanjutan, Bappenas pun menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI). Mereka akan berkolaborasi menyusun pedoman yang ‘menghijaukan’ program andalan pemerintah ini.[1]
GGGI Adalah lembaga internasional yang bermarkas di Seoul, Korsel. Organisasi ini memiliki tujuan untuk mempromosikan 'green growth' sebuah konsep yang memadukan antara pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan. GGGI melakukan penelitian-penelitian dan hasilnya diberikan kepada pemangku jabatan terutama di negara berkembang agar pertumbuhan ekonomi bisa berlandaskan konsep green growth.[2]
Organisasi GGGI ini dibentuk pada 16 Juni 2010 lalu. Organisasi yang bermarkas di Seoul itu, kini dipimpin Lars Lokke Rasmussen. Keberadaan GGGI bertujuan untuk meningkatkan semangat pertumbuhan hijau, sebuah paradigma yang ditandai oleh keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan, khususnya di negara-negara berkembang. GGGI merupakan organisasi global pertama berbasis agenda yang diajukan oleh Korea dan diluncurkan tanpa bantuan PBB. Mendukung program pertumbuhan hijau setiap negara berdasarkan 2 tujuan utama: menyebarluaskan pertumbuhan hijau sebagai sebuah model pertumbuhan baru, dan mendukung strategi pertumbuhan hijau negara-negara berkembang. GGGI yang mengupayakan tujuan ganda, yakni perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi. Cara kerjanya melalui kolaborasi dengan pemerintah. Organisasi ini memiliki 22 anggota negara/pemerintah dan penandatangan perjanjian (ratifikasi). [3]


B.     Pembahasan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinominasikan sebagai calon pimpinan dari Global Green Growth Institute (GGGI) menggantikan mantan PM Lars Rasmussen dan akan diumumkan dalam pertemuan tahunan organisasi itu pada November 2014 di Seoul. Dalam sebuah acara yang berlangsung di Conference Building Markas Besar PBB di New York, Selasa (23/9/2014) petang waktu setempat atau Rabu (24/9) pagi waktu Jakarta, Presiden Yudhoyono diharapkan dapat memimpin organisasi tersebut untuk masa dua tahun mendatang sebagai "Chair of Council" dan "President of Assembly" dari GGGI. Presiden Yudhoyono dalam sambutannya mengatakan ia menghargai keterpilihannya untuk dinominasikan sebagai pimpinan GGGI dan bersedia dinominasikan untuk posisi tersebut.
Presiden Korea Selatan Park Geun-hye hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya ia mengatakan menghargai ketetapan GGGI untuk memilih Seoul sebagai kantor pusat dan mengharapkan bisa terus bekerjasama dan saling berkontribusi dengan GGGI. Presiden Park juga menghargai nominasi yang diberikan pada Presiden Yudhoyono dan mengharapkan pada waktunya nanti Presiden bisa memimpin GGGI dan bekerjasama untuk mewujudkan visi dan misi organisasi tersebut. Sementara itu mantan PM Lars Rasmussen yang hadir dalam pertemuan bertajuk "Leaders gathering" itu mengatakan rasa terima kasihnya kepada segenap staf GGGI yang selama beberapa waktu ini telah bekerjasama mencapai visi dan misi GGGI. Ia berharap Presiden Yudhoyono bisa menggantikan posisinya dan membuat GGGI bekerja lebih baik lagi.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kedatangan Delegasi global green growth institute (GGGI) yang dipimpin oleh Dirjen GGGI Yvo de Broer. Pertemuan berlangsung hangat dan konstruktif di kantor presiden, Jakarta, Selasa (9/9). GGGI telah menominasikan Presiden SBY untuk nantinya dapat menggantikan Mantan PM Denmark, Lars Lokke Rasmussen untuk menjadi Presiden di Institusi GGGI tersebut. Dalam pertemuan itu juga dibahas berbagai persiapan yang akan dilakukan kedepannya. Diantaranya prosedur untuk menduduki jabatan tersebut yang diawali dengan nominasi, lalu diikuti dengan pengumuman di New York, Amerika Serikat. Presiden SBY diharapkan dapat segera berkunjung ke Seoul, Korea Selatan pada pertengahan bulan November mendatang.Dalam perbincangan dengan delegasi GGGI tersebut, dibahas pula mengenai agenda pembangunan Indonesia yang terkait dengan pembangunan di bidang lingkungan hidup. Strategi pembangunan nasional yang diterapkan oleh pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden SBY adalah pembangunan yang tidak meninggalkan aspek keselamatan lingkungan hidup.
Prinsip-prinsip pembangunan yang pro-penciptaan lapangan pekerjaan, pro-pertumbuhan ekonomi, pro-pengurangan kemiskinan, dan pro-lingkungan hidup adalah strategi dasar kebijakan pembangunan nasional yang selama ini memadukan antara pembangunan ekonomi dan upaya tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup.   Presiden SBY telah menyatakan kesediaannya dinominasikan sebagai pengganti Mantan PM Denmark Lars Lokke Rasmussen yang merupakan non-state representatives ke empat yang dipilih oleh GGGI. Bila semua berjalan lancar, Presiden SBY akan menjadi pemimpin GGGI yang kelima. Dalam memimpin organisasi internasional ini, Presiden SBY tidak harus berkantor di kota Seoul secara rutin.
Namun Presiden SBY wajib datang beberapa kali dalam setahun untuk memimpin sidang dan memperkenalkan misi organisasi serta mencari dukungan internasional untuk misi yang diembannya. Organisasi internasional ini memiliki dana operasional sedikitnya 35 Juta US dollar untuk memperjuangkan misi diantaranya prinsip keberimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan sustainability lingkungan yang mutlak bagi masa depan seluruh umat manusia di alam ini. “I did see the wind of change among many leaders. They started talking about national target, emission cart, national policy, it's good, of course our mission is not only to assure we work together in dealing with climate change, but more importantly we are facing new challenge, hot to ensure that all countries adapt sustainable development policy. We apply green growth development, and in my terminology, sustainable growth development” Ucap Presiden SBY.
GGGI banyak mendorong negara-negara berkembang untuk menerapkan pola kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan dan pertumbuhan ekonomi yang bersahabat dengan kesehatan lingkungan. Dengan prinsip green growth, target pembangunan ekonomi dapat dicapai seperti pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan inklusivitas sosial. Organisasi ini juga aktif dalam menangani fenomena perubahan iklim, biodiversity loss serta akses terhadap sumber energi dan air bersih. Hingga saat ini GGGI memiliki 34 program di 18 negara.
 Dirjen GGGI Yvo de Broer menyatakan bahwa Presiden SBY adalah kandidat terbaik untuk memimpin GGGI yang menghadapi tantangan berat memperjuangkan prinsip green growth kepada negara-negara berkembang. “How to lift people out of poverty, but protect the environment, and create social value at the same time. I cannot think of anybody better to lead this institution than President Yudhoyono of Indonesia. And I am deeply honored that he has accepted, that he is willing to be nominated for the role of the President of GGGI and chairman of the council of GGGI” Ucap Yvo. Penunjukan Presiden SBY untuk memimpin GGGI ini akan berlaku untuk masa dua tahun. Pelantikan resminya akan dilaksanakan pada 18 November di Seoul, Korea Selatan.
Lebih lanjut Yvo memuji pertumbuhan ekonomi yang dicapai oleh Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden SBY, dengan tetap terjaganya kelestarian lingkungan hidup. Kemampuan leadership Presiden SBY yang menonjol di Asia diharapkan dapat membantu misi organisasi internasional ini untuk turut melibatkan para pemimpin dunia merumuskan secara bersama sebuah role model untuk pertumbuhan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan tanpa harus meninggalkan aspek kelestarian lingkungan.
Delegasi GGGI tersebut terdiri dari empat orang yaitu Dirjen GGGI Yvo de Boer, Vice minister of national development planning, Lukita Dinansyah Tuwo, Director of Strategy, Policy and Communication Hyo-Eun Jenny Kim, dan Representative GGGI di Indonesia, Anna van Paddenburg. Sedangkan Presiden SBY didampingi oleh Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menlu Marty Natalegawa, Menteri lingkungan hidup Balthasar Kambuaya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida Alisyahbana.[4]
GGGI juga memberikan asistensi bagi program kerjasama pemerintah dan swasta agar berwawasan lingkungan. Organisasi itu memiliki kantor pusat di Seoul, Korea Selatan dengan wilayah operasi di lima benua dengan 20 negara anggota organisasi itu antara lain Norwegia, Denmark, Qatar, Tiongkok, Indonesia, serta sejumlah negara lainnya.(Ant/Gs). [5]
Lembaga yang didirikan oleh mantan Presiden Korsel Lee Myung-bak ini memiliki kantor di Seoul, Abu Dhabi, Kopenhagen, dan London. Negara-negara anggotanya adalah Australia, Kamboja, Kosta Rika, Denmark, Ethiopia, Guyana, Indonesia, Kiribati, Korsel, Meksiko, Mongolia, Norwegia, Papua Nugini, Paraguay, Filipina, Qatar, Rwanda, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Vietnam.[6]
Jaringan GGGI dapat membantu pembentukan think tank pembangunan hijau di Indonesia (SBY CENTER) karena sumber daya nya yang beragam keilmuan dan latar belakang termasuk alhi-ali dari region yang jarang ditemukan pada lembaga riset lainnya, misalnya dari timur tengah (Abu Dhabi).
Kepemimpinan SBY  kelak diharapkan dapat meningkatkan kontribusi GGGI pada Indonesia seperti pembangunan kantor perwakilan tetap sehingga semakin banyak sumber daya GGGI yang bisa dimanfaatkan. Kesempatan bagi para peneliti dan para pakar Indonesia untuk bergabung sebagai associates dan peer reviews sehingga semakin banyak kepentingan Indonesia dapat disuarakan melalui GGGI. Mendampingi Presiden SBY antara lain  Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Luar NegeriMarty Natalegawa,Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya,Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana, Sekretaris Kabinet Dipo Alam.[7]
Sementara itu, Dirjen GGGI Yvo de Boer mengungkapkan bahwa SBY dinilai sebagai orang yang tepat untuk memimpin GGGI. Alasannya, presiden keenam RI tersebut dinilai mampu mengatasi persoalan lingkungan sekaligus kemiskinan.(jpnn)[8]
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpidato saat terpilih menjadi Ketua Dewan Global Green Growth Institute (GGGI) di Markas Besar PBB, New York, AS, Selasa (23/9) waktu setempat. Presiden menyampaikan bagaimana Indonesia telah memiliki pertumbuhan berwawasan lingkungan sebagai paradigma pembangunan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Selasa (23/9) sore waktu New York atau Rabu (24/9) dinihari waktu Jakarta bersama PM Norwegia Erna Solberg memimpin pertemuan plenary 2 yang bertema tentang hutan di ECOSOC Chamber,  Markas Besar PBB.
Dalam sidang pararel yang berlangsung pada pukul 15.44 waktu setempat atau pukul 02.45 WIB tersebut Presiden Yudhoyono membuka persidangan yang kemudian diikuti oleh paparan dari PM Erna Solberg tentang pandangan Norwegia tentang pelestarian hutan dan pencegahan kerusakan hutan baik akibat pertambahan populasi dan juga perkebunan. Dalam sesi yang dipimpin Presiden Yudhoyono itu sejumlah pembicara yang akan menyampaikan pandangannya antara lain Presiden Kongo Joseph Kabila, CEO Unilever Paul Polman, CEO Cargil David Maclenan dan CEO Golden Agry Franky Widjaya.
Sebelumnya, saat menjadi pembicara keempat dalam sidang pararel bertema National Actions and Ambitition Announcements yang dipimpin oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon di ECOSOC Chamber, Kepala negara menyampaikan mengenai langkah-langkah yang sudah diambil oleh pemerintah Indonesia dalam partisipasi untuk menghadapi perubahan iklim melalui kebijakan nasional. ”Pemikiran saya terdapat dua pendekatan elemen penting dalam kebijakan Indonesia terkait perubahan iklim masing-masing kerja sama multilateral dan sejumlah aksi di tingkat nasional yang tepat untuk menghadapi tantangan yang ada," katanya.
Presiden mengatakan dalam kerja sama multilateral, Indonesia memandang bahwa semua pihak harus meningkatkan effort untuk menghasilkan kesepakatan yang mengikat terkait kerangka kerja perubahan iklim 2020. "Saya menggarisbawahi bahwa kesepakatan harus juga mengait dengan mitigasi, adaptasi dan kerangka kerja untuk implementasi," paparnya. Ia menambahkan, "kita harus meningkatkan upaya kita agar dapat menghasilkan perjanjian mengenai perubahan iklim di Paris tahun depan."
Indonesia sendiri, menurut Yudhoyono, memiliki sejumlah strategi untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.
1.      Secara sukarela menetapkan pengurangan emisi gas rumah kaca 26 persen pada 2020. Dimana target itu bisa meningkat menjadi 41 persen dengan dukungan internasional," tegasnya.
2.      Langkah kedua yang diambil Indonesia adalah mengurangi emisi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan.
3.      "Ketiga kami terus mengeksplorasi potensi blue carbon ekosistem yang bisa membantu upaya global untuk menahan kenaikan suhu bumi rata-rata dua derajat," kata Presiden.
4.      Sementara langkah keempat Indonesia adalah telah menandatangani amandemen Doha untuk Kyoto Protocol.
KTT Iklim sendiri ditujukan untuk melibatkan para pemimpin dunia dalam memajukan aksi-aksi dan ambisi terkait isu iklim. Pada pembukaan KTT Iklim di Plennary Hall, diisi dengan sambutan Sekjen PBB Ban Ki-moon, Wali kota New York Bill de Blasio, Ketua IFCC Rajendra Pachauri, al Gore, Li Bingbing, Leonardo de Caprio selaku utusan khusus PBB untuk perdamaian serta aktivis Kathy Jetnit-Kijiner.[9]
Belum lama ini Institut Global Green Growth (GGGI) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, bersama dengan kabupaten percontohan yaitu Kabupaten Murung Raya dan Pulang Pisau telah meluncurkan program terobosan dalam mendukung pertumbuhan hijau regional. Peluncuran program baru ini berlangsung pada pertengahan tahun pertama GGGI tentang kemitraan dengan Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Republik Indonesia. Pada peluncuran yang berlangsung di Kota Palangkaraya yang berjudul "Peluncuran Workshop Kerjasama Green Growth" dihadiri oleh wakil-wakil dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, SKPD, dan terutama dari Pemerintah Kabupaten Murung Raya dan Pulang Pisau. Sektor swasta juga ikut berpartisipasi yang diwakili oleh perusahaan multinasional dan perusahaan besar di Indonesia, Peserta lain termasuk LSM lingkungan dan sosial serta akademisi dari Universitas Palangkaraya.
Pada acara peluncuran ini, GGGI menekankan bahwa terdapat relevansi antara pertumbuhan hijau regional dengan agenda pembangunan daerah kerja saat ini dalam proses, termasuk di dalamnya adalah : Memperluas fungsi database "indikator pertumbuhan hijau", yang relevan dengan perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang di provinsi dan kabupaten. Sebuah alat yang menilai kerangka pertumbuhan hijau yang memfasilitasi optimalisasi ekonomi hijau hasil dari proyek-proyek sektor publik dan swasta. Peran REDD+ dalam mempercepat pertumbuhan hijau regional, khususnya melalui pendekatan yurisdiksi di tingkat kabupaten/kota. GGGI dan Pemprov Kalimantan Tengah juga menegaskan komitmen bersama untuk mengembangkan dokumentasi tentang visi pertumbuhan hijau untuk provinsi dengan cara mengintegrasikan kebijakan, inisiatif dan kegiatan masa lalu dan berkelanjutan di bawah kerangka kerja yang terpadu. Dokumen ini juga dapat membantu untuk meningkatkan kesadaran mengenai "peluang atau potensi pertumbuhan hijau" di tingkat kabupaten dan sangat penting jika inisiatif pertumbuhan hijau berlangsung dalam jangka panjang dan memiliki dampak yang berarti.
Pada pidato pembukaan Gubernur Kalimantan Tengah A. Teras Narang yang disampaikan oleh Tom Brigong Munandas selaku Staf Ahli Gubernur bidang Pembangunan Ekonomi, disampaikan agar "Semua pemangku kepentingan di daerah untuk bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi, BAPPENAS dan GGGI di dalam proses perencanaan pembangunan hijau, menekankan prioritas, meningkatkan kualitas hidup dan keadilan sosial masyarakat Kalimantan Tengah, sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan, dan meningkatkan penggunaan teknologi hijau dan mempromosikan lingkungan dan investasi sosial yang bertanggung jawab.
Provinsi Kalimantan Tengah memiliki sejarah yang singkat namun signifikan dalam pelaksanaan pertumbuhan hijau dan pembangunan rendah karbon. GGGI Indonesia Country Representative, Anna van Paddenburg mencatat bahwa pertumbuhan hijau merupakan sesuatu yang baru di provinsi di Indonesia. Namun, GGGI dan pemerintah menyadari perlunya dokumentasi mengenai kesamaan visi yang menyatukan kegiatan para pemangku kepentingan dalam bentuk kerangka umum. Kami berharap lima dimensi pertumbuhan hijau yang dipromosikan melalui Program pertumbuhan Hijau (GGGI) dengan BAPPENAS dapat diterapkan dalam Visi Green Growth ini dan dapat mengendalikan investasi pada sektor pertumbuhan hijau.[10]














Daftar Pustaka

Saturi, Sapariah. “Bappenas-GGGI Berupaya “Hijaukan” Konsep MP3EI “ . 18 Juni 2013. http://readersblog.mongabay.co.id/
Rivki. “Presiden SBY Jadi Kandidat Ketua Global Green Growth Institute “. 09 September 2014. http://www.detiknews.com.
“Presiden SBY: Tugas Baru Saya Mengurus Bumi”. Selasa, 09 September 2014. http://www.jpnn.com/read/2014/09/09/
Beritalima." Presiden SBY Menerima Delegasi Global Green Growth Institute (GGGI)". Rabu, 10 september 2014. http://www.wartamalut.com/
HUMAS. “ Presiden: Kekerasan Libatkan Isu Agama Harus Diakhiri “. 27 september 2014. http://www.menkokesra.go.id/
“Pensiun jadi Presiden RI, SBY Dapat Tawaran jadi Presiden GGGI”. http://suaraberitanusantara.blogspot.com/
Ddesk informasi. " Presiden SBY: Saya Ada Tugas Baru Mengurus Bumi ".Selasa, 09 September 2014 - 14:47 WIB. http://old.setkab.go.id/apresiasi-ri.html
Riau pos. " SBY Dipinang Jadi Presiden GGGI ". 10 September 2014 - 07.23 WIB. http://www.riaupos.co/
"Presiden SBY pimpin sidang pararel KTT Iklim bidang kehutanan".24 September 2014 - 15:27:10.  http://alumniipb.org/. Editor: B Kunto Wibisono. Sumber: antaranews.com
"GGGI LUNCURKAN PROGRAM PERTUMBUHAN HIJAU BERSAMA PEMPROV KALIMANTAN TENGAH". Senin, 16 Desember 2013 11:31 . http://www.sapa.or.id/


[1] Saturi, Sapariah. Bappenas-GGGI Berupaya “Hijaukan” Konsep MP3EI “ . 18 Juni 2013. http://readersblog.mongabay.co.id/
[2] Rivki. “Presiden SBY Jadi Kandidat Ketua Global Green Growth Institute “. 09 September 2014. http://www.detiknews.com.
[3]  Presiden SBY: Tugas Baru Saya Mengurus Bumi”. Selasa, 09 September 2014. http://www.jpnn.com/read/2014/09/09/
[4] Beritalima." Presiden SBY Menerima Delegasi Global Green Growth Institute (GGGI)". Rabu, 10 september 2014. http://www.wartamalut.com/
[5] HUMAS. “ Presiden: Kekerasan Libatkan Isu Agama Harus Diakhiri “. 27 september 2014. http://www.menkokesra.go.id/
[6]Pensiun jadi Presiden RI, SBY Dapat Tawaran jadi Presiden GGGI”. http://suaraberitanusantara.blogspot.com/
[7] Ddesk informasi. " Presiden SBY: Saya Ada Tugas Baru Mengurus Bumi ".Selasa, 09 September 2014 - 14:47 WIB. http://old.setkab.go.id/apresiasi-ri.html
[8] Riau pos. " SBY Dipinang Jadi Presiden GGGI ". 10 September 2014 - 07.23 WIB. http://www.riaupos.co/
[9] "Presiden SBY pimpin sidang pararel KTT Iklim bidang kehutanan".24 September 2014 - 15:27:10.  http://alumniipb.org/. Editor: B Kunto Wibisono. Sumber: antaranews.com
[10] "GGGI LUNCURKAN PROGRAM PERTUMBUHAN HIJAU BERSAMA PEMPROV KALIMANTAN TENGAH". Senin, 16 Desember 2013 11:31 . http://www.sapa.or.id/

1 komentar:

Blog27999 mengatakan...

If you're looking to lose weight then you absolutely have to start using this totally brand new tailor-made keto diet.

To create this keto diet service, certified nutritionists, fitness trainers, and professional chefs united to develop keto meal plans that are productive, suitable, cost-efficient, and delightful.

Since their launch in January 2019, 100's of people have already transformed their figure and well-being with the benefits a smart keto diet can give.

Speaking of benefits; clicking this link, you'll discover 8 scientifically-proven ones given by the keto diet.

CONTOH PIDATO BAHASA INGGRIS MUDAH

Assalammu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh Excellency Mr. ..........  the director of ......... Respectable Mr...................