Jumat, 02 Oktober 2015

Masyarakat Ekonomi Asean



A.    Pendahuluan
Dari blueprint dan jadwal strategis pencapaian MEA di Singapura pada 20 November 2007. Dokumen tersebut berisi komitmen negara anggota atas keseriusan pencapaian MEA dimana evaluasi pencapaian MEA akan dilakukan melalui serangkaian indikator kinerja yang disepakati dan umumkan ke masyarakat luas.[1]
Pada tahun 2015 mendatang, Indonesia bersama dengan kesembilan negara ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC). Tepatnya pada 1 Januari 2015, ke-10 bangsa di Asia Tenggara ini akan menjadi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Ini merupakan kesepakatan yang mengikat. Artinya, anggota ASEAN terikat pada ketentuan yang telah dipersiapkan dan dibahas oleh para pemimpin bangsa di Asia Tenggara bertahun-tahun sebelumnya itu. Mereka tidak bisa lagi memunda ataupun menghindar. Itu merupakan point of no return. Maka, negara-negara yang bergabung dalam ASEAN ini mereka mau tidak mau harus siap menghadapi MEA yang tidak lama lagi akan dilaksanakan.[2]
Dengan adanya komitmen tersebut, Indonesia juga harus berupaya mencapainya guna menjaga kredibilitas nasional. Pertanyaan yang mengemuka selanjutnya adalah: Bagaimana kesiapan Indonesia dalam menghadapi integrasi ekonomi regional di tahun 2015 tersebut? Apakah langkah tersebut menguntungkan bagi Indonesia? Apakah Indonesia bisa mendapatkan manfaat dari perluasan pasar dan basis produksi ini atau hanya akan menjadi penonton? Di sektor manakah keunggulan ekspor Indonesia? Apa diperlukan lagi liberalisasi lebih lanjut di aliran modal oleh Indonesia  (padahal fluktuasi nilai tukar rupiah saja sekarang ini sudah cukup memusingkan)? Bagiamana dengan kesiapan perbankan dan pasar keuangan? Dan seterusnya.
B.     Pembahasan
Awal 2015, tepatnya pada 1 Januari 2015, ke-10 bangsa di Asia Tenggara ini akan menjadi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Ini merupakan kesepakatan yang mengikat. Artinya, anggota ASEAN terikat pada ketentuan yang telah dipersiapkan dan dibahas oleh para pemimpin bangsa di Asia Tenggara bertahun-tahun sebelumnya itu. Implikasi dari pemberlakuan MEA tersebut adalah produk barang atau jasa yang diproduksi di mana pun di seluruh wilayah ASEAN boleh dialirkan atau pun dipasarkan ke seluruh wilayah anggota perserikatan bangsa-bangsa di Asia Tenggara itu tanpa bea masuk seperti selama ini.[3]
MEA kian marak dibincangkan akhir-akhir ini seiring dengan berbagai persipan yang dilkakukan pemerintah untuk menyongsong pelaksanaanya 2015 mendatang. MEA adalah alah satu keputusan dari declaration of ASEAN concord II yang di selenggarkan di Bali pada 7 Oktober 2003. Ini dilakukan sebagai realisasi dari keinginan para pemimpin Negara ASEAN pada KTT ASEAN di Kuala Lumpur Desember 1997 yang memutuskan untuk mentransfirmasikan ASEAN menjadi kawasan yang stabil, makmur dan berdaya saing tinggi dengan tingka pembangunan ekonomi yang merata serta kesenjangan sosial ekonomi dan kemiskinan yang semakin berkurang.[4]
Seluruh Negara Anggota ASEAN sepakat untuk segera mewujudkan integrasi ekonomi yang lebih nyata dan meaningful yaitu ASEAN Economy Community (AEC). AEC adalah bentuk Integrasi Ekonomi ASEAN yang direncanakan akan tercapai pada tahun 2015. Untuk mewujudkan AEC tersebut, para Pempimpin Negara ASEAN pada KTT ASEAN ke-13 pada bulan Nopember 2007, di Singapura, menyepakati AEC Blueprint sebagi acuan seluruh negara anggota dalam mengimpletasikan komitmen AEC. Pada tahun 2015, apabila AEC tercapai, maka ASEAN akan menjadi pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal dimana terjadi arus barang, jasa, investasi, dan tenaga terampil yang bebas, serta arus modal yang lebih bebas diantara Negara ASEAN. Dengan terbentuknya pasar tunggal yang bebas tersebut maka akan terbuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasarnya di kawasan ASEAN. [5]
Tetapi, Indonesia saat ini memiliki posisi meragukan di ASEAN (Tidak baik dan tidak buruk). Untuk menjadi Pemain Utama dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 Indonesia tidak boleh berdiam diri atau mengalami stagnasi dalam upaya untuk meningkatkan kondisi ekonominya saat ini.
Jika kita lihat dari neraca perdagangan, Defisit perdagangan Indonesia dengan Asean pada tahun 2013 terus membesar, padahal Surplus neraca perdagangan sempat dirasakan pada tahun 2011. Penyebabnya adalah defisit perdagangan dengan Thailand yang besar, sehingga dari negara-negara ASEAN yang lain tidak mampu menutupnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, Indonesia menderita defisit sebesar US$ 527,5 juta pada Januari-November 2013, naik 21,9% dari periode sama 2012. Pada Januari-november 2013, Indonesia meraup surplus perdagangan dengan negara ASEAN diluar Thailand sebesar US$ 4,6 miliar. Namun, defisit neraca perdagangan Indonesia dengan Thailand mencapai US$ 5,13 miliar, sehingga terjadi defisit US$ 527,5 juta pada neraca perdagangan.
Sedangkan seperti yang kita ketahui menurut Menurut data yang dilansir oleh World Economic Forum (WEF) dalam  The Global Competitiveness Report 2013-2014 peringkat daya saing Indonesia menempati peringkat kelima di ASEAN dimana Empat negara yang berada  di atas Indonesia ditempati oleh Singapura (2), Malaysia (24), Brunei Darussalam (26) dan Thailand (37). Singkatnya dari ke 12 Pilar yang merupakan indikator dari pengukuran tingkat daya saing tersebut, pilar ke-10 (ukuran pasar) memiliki peringkat terbaik yaitu memiliki peringkat 15, dan pilar ke-7 (efisiensi pasar tenaga kerja) memiliki peringkat terendah yaitu memiliki peringkat 103 dari 148 Negara. Sehingga untuk menjadi Pemain Utama dalam masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 Indonesia harus berupaya untuk memperbaik kondisi perekonominya, seperti berupaya memperbaiki ke-12 pilar daya saing ekonomi khususnya efisiensi tenaga kerja sehingga bisa mengurangi ketergantungan mengimpor barang terhadap negara asing.[6]
Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Hendri Saparini, kesiapan Indonesia dalam menghadapi MEA 2015 baru mencapai 82%. Hal itu diengarai dari empat isu penting yang perlu segera di antisipasi pemerintah dalam menghadapi MEA 2015 yaitu: (1) Indonesia berpotensi sekedar pemasok energi dan bahan baku industrilassasi di kawasan ASEAN, sehingga manfaat yang di peroleh dari kekayaan sumber daya minimal, tetapi defisi neraca perdagangan barang Indonesia yang saat ini paling besar di antara negara-negara ASEAN semakin bertambah, (2) melebarkan defisit perdagangan jasa seiring peningkatan perdagangan barang, (3) membebaskan aliran tenaga kerja sehingga Indonesia harus mengantisipasi dengan menyiapkan strategi karena potensi membanjirnya tenaga kerja asing, dan (4) masuknya investasi ke Indonesia dari dalam dan luar ASEAN.[7]
Kita harus mengakui MEA merupakan salah satu jalan lahir tumbuh berkembangnya budaya homo economi lupus, dimana  yang kuat memangsa yang lemah. Bayangkan negara ASEAN adalah negara yang majemuk dari segi kemjuannya. Data perekonomian Negara-negara ASEAN tahun 2010 yang diukur dari besarnya GDP perkapita menunjukkan gap yang begitu besar antara the highest dengan the lowest. Dimana Singapura memiliki pendapatan  perkapita sebesar US$ 53.180 sedangkan Nyanmar sebagai juru kunci hanya memiliki pendpatan perkapita sebesar US$ 468,6. Pendapatan penduduk Nyanmar tidak mencapai 1% pendapatan penduduk Singapura. Akankah negara seperti Nyanamr, Laos ($ 886) tersebut hanya akan menjadi bulan-bulanan Singapura dalam pentas masyarakat ekonomi ASEAN? Lalu apa kabar dengan negeri tercinta? Aman? GDP Indonesia mencapai US$3.010,1 (US$3.542,9 di 2011), hanya 5,66 % dari Singapura. Namun perlu juga diingat, bahwa di ASEAN Indonesia menyumbang 40 % pasar bagi barang dan jasa yang diperdagangkan.
Namun, tinta hitam tandatangan para “pembesar” telah tertulis. Bali pada tahun 2003 lalu telah menjadi saksi tekat para kepala negara ASEAN mempercepat terbentuknya MEA di tahun 2015. Pena takdir telah diangkat, tinta abadi takdir Allah pun telah mengering, bahwa MEA memang keniscayaan yang harus ditempuh oleh Indonesia sebagai anggota. Tidak semua rintangan, lebih kepada tantangan yang harus menjadi triger memajukan dan meraih tujuan bersama yang telah termaktub dalam blue print MEA 2015. Lalu sebatas apa Indonesia siap?
Dampak utama MEA adalah semakin terjadinya liberalisasi ekonomi dikawasan ASEAN. Blue Print MEA 2015 memberikan panduan bahwa akan terjadi arus bebas ekonomi setidaknya dari beberapa hal; barang, jasa, investasi, modal dan yang terpenting dalam pembahasan ini adalah skilled labor (tenaga kerja terdidik). Bila tidak bersiap tentu 40% “kue ekonomi” ASEAN di Indonesia akan “dicaplok” negara-negara tetangga.
Skilled Labor adalah faktor penting dalam menghadapi MEA 2015. Bila boleh dikatakan, maka barang, jasa, investasi, dan modal semua dikendalikan oleh skilled labor. Karena itu tenaga kerja (SDM) yang mempuni mutlak dibutuhkan untuk “memenangkan” tujuan Indonesia dalam MEA. Sekarang seberapa siap SDM indonesia?
Jikalau kita jadikan GDP sebagai tolak ukur atas kualitas skilled labor Indonesia dalam mengendalikan barang, jasa, dan modal maka dapat kita katakan bahwa kualitas skilled labor Indonesia masih jauh dibawah tiga negara penghuni kasta teratas yaitu Singapura, Malysia dan Thailand. Inilah kenyataan yang kita dapati saat ini. Ini adalah kontribusi skilled labor Indonesia secara agregat.[8]
Misalkan, ketika pabrik-pabrik berdiri di Indonesia, entah secara temporer atau permanen, pengangguran di Indonesia yang berkontribusi terbesar atau 60% dari total pengangguran di wilayah ASEAN hanya dapat menempati posisi sebagai buruh kontrak atau outsourcing. Ini merupakan sebuah ironi, ketika pemimpin negara dan pembuat kebijakan ekonomi menyambut MEA dengan tangan terbuka, ada berbagai aspek yang belum dipersiapkan secara matang seperti pasar bebas tenaga kerja yang akhirnya menempatkan Indonesia sebagai negara peng-hasil buruh terbesar di ASEAN, bukan sebagai negara penghasil tenaga kerja yang memiliki skill serta dapat bersaing dengan pekerja migran asal negara lainnya. Kondisi ini bukan hanya menimpa tenaga kerja yang ada di Indonesia, tapi juga tenaga kerja di Malaysia yang kini bernasib sama seperti buruh, bahkan diperlakukan dengan martabat yang lebih rendah dari pembantu rumah tangga. Hal ini disadari karena kurangnya skill dan profesionalitas tenaga kerja Indonesia jauh tertinggal dibandingkan dengan teknisi-teknisi Korea dan China yang bekerja di Indonesia.
Selanjutnya adalah dalam bidang perbankan saat ini, jajaran eksekutif masih didominasi oleh expatriat atau pekerja asing.  Bukan hanya di dalam industri perbankan saja, namun dalam Industri teknologi, pengangguran yang terserap oleh lapangan kerja masih sebatas pada buruh kontrak yang dibatasi waktunya selama 1-2 tahun. Bahkan yang menarik adalah penelitian penulis ketika mengunjungi proyek Pembangkit Listrik baru di Tuban, kontraktor asal China bukan saja menempati posisi project planner tapi juga menempati hampir 90% posisi yang tersedia termasuk teknisi lapangan. Sehingga tenaga kerja Indonesia hanya ditempatkan sebagai security saja. Mengapa hal ini dapat terjadi? Sistem tenaga kerja saat ini belum berpihak terhadap tenaga kerja di Indonesia yang jumlahnya melimpah namun tidak dilindungi dari pekerja-pekerja imigran. Selain itu dorongan dari pemerintah untuk mendirikan balai pelatihan tenaga kerja bagi buruh dan tenaga kerja tanpa skill dianggap bukan hal yang penting. Sehingga jenjang karir buruh sampai kapanpun tetap menjadi buruh, naikpun hanya sebagai mandor proyek. Jabatan-jabatan penting dan strategis masih didominasi pekerja asing dan hal ini dapat meningkat seiring diterapkannya MEA.
MEA merupakan suatu gagasan yang sangat baik dalam mendorong terciptanya regionalism development di kawasan ASEAN. Namun beberapa tantangan seperti lapangan tenaga kerja yang ada di Indonesia hanya akan menaikkan angka pengangguran itu sendiri, karena tidak berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat indonesia, khususnya buruh yang tidak memiliki sertifikasi pendidikan seperti buruh-buruh yang di datangkan dari China, bahkan Vietnam yang tidak lebih baik tingkat kesejahteraan pekerjanya dari Indonesia. Akibatnya secara struktural MEA yang tidak dipersiapkan secara matang justru akan menjadi tantangan berat bagi pengambil kebijakan maupun bagi tenaga kerja di Indonesia. Pada akhirnya lowongan tenaga kerja yang tersedia hanyalah buruh kontrak tanpa kejelasan jenjang karir dan jaminan sosial.
Ketua Aliansi Rakyat Merdeka yang juga mantan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat menilai, pemerintah telah gagal dalam negoisasi liberalisasi ketenagakerjaan dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Kegagalan tersebut karena dalam kesepakatan MEA hanya orang atau pekerja yang sangat ahli saja yang boleh bekerja di lintas negara-negara Asean. “Saya katakan Pemerintah telah gagal dalam negosiasi liberalisasi ketenagakerjaan. Karena yang boleh bekerja di negara-negara Asean hanya pekerja yang sangat ahli,” ujar Jumhur Hidayat dikutip Minggu (8/7/2014). Jumhur menjelaskan, kelemahan tenaga kerja Indonesia saat ini adalah mengenai soft skill yaitu masalah bahasa. Karena itu, tenaga kerja Indonesia dianggap tidak mampu menjalin komunikasi yang baik dengan kehidupan global oleh negara atau perusahan-perusahaan asing. Tugas pemerintah, menurut Jumhur, seharusnya memperjuangkan para pekerja Indonesia agar tidak tergerus arus masuknya pekerja asing ke Indonesia setelah MEA diterapkan tahun 2015. Jumhur mengingatkan, para pekerja dari negara Asean lain masuk dan akan bersaing mendapatkan pekerjaan di Indonesia.[9]
C.     Hipotesis dan Kesimpulan
Maka dilihat dari fakta diatas, MEA hanya akan menguntungkan bagi negara maju dan negara berkembang, seperti Indonesia hanya akan di manfaatkan oleh negera tersebut, liberalisasi ekonomi yang timbul hanya akan menambah kesengsaraan bagi rakyat kecil, karena esensi dari liberalisai adalah semakin tertindasnya yang bermodal kecil dan semakin makmur oleh pihak yang bermodal besar, hal ini tidak cocok untuk Indonesia karena bekal untuk bersaing dalam perdagangan bebas dengan negara-negara yang bergabung dengan ASEAN Indonesia masih tertinggal jauh, dari SDM yang ada. Kemungkinan yang paling buruk adalah makin banyaknya SDM dari luar negeri yang masuk serta percampuran modal maka secara perlahan sumber daya yang dimiliki Indonesia akan dikuasai oleh mereka dan Indonesia hanya akan mendapatkan beberapa persen dari keuntungan yang didapat, hal ini merupakan penjajahan secara halus, Negarawan AS. Henrty clay menyatakan, “ Sebagaimana kita, bangsa-bangsa lain tahu, apa yang kita maksud dengan “perdagangan bebas” tidak lebih dan tidak kurang dari keuntungn besar yang kita nikati untuk mendapatkan monopoli dalam segala pasar produksi kita, dan mencegah mereka agar tidak menjadi negara produsen “( Mitos-mitos Palsu Ciptaan Barat, Adnan Khan hal 71)”.[10] Jadi, jelaslah bahwa pasar bebas adalah tujuan utama barat untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya di kawasan ASEAN.










Daftar Pustaka

Khan, Adnan. “Mitos-mitos Palsu Ciptaan Barat, Adnan Khan”. Hal 71
Dr. Estyningtias P. “ Masyarakat Ekonomi ASEAN, Ancaman atau Tantangan ?”. Selasa 16 Jamadilawal 1435 / 18 Maret 2014
Alwafi, Rafdy. “Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, Menjadi Pemain Utama atau Partisipan “. http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2014/07/02/
Wangke, Humphrey. “ Peluang Indonesia dalam Masyarkat Ekonomi ASAN 2015”. Info Singkat Hubungan Internasional Vol. VI, No. 10/II/P3DI/Mei/2014. http://berkas.dpr.go.id/
Wahyu Jatmiko dan Azizon(mahasiswa Manajemen dan Ilmu Ekonomi FEUI. “ Sarjana Ekonomi Indonesia, Belum Siap”. 15 Juli 2013. http://indomea.wordpress.com/
Jumhur, “ Pemerintah Gagal Negosiasi Liberalisasi MEA”. 8 Juni 2014. http://moneter.co/jumhur-pemerintah-gagal-negosiasi-liberalisasi-mea/
Doddy Saputra.” Apa itu Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)?”. 1 Maret 2014. http://www.marketing.co.id/apa-itu-masyarakat-ekonomi-asean-mea/
BI.” Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, Memperkuat Sinergi ASEAN di tengah Kompetisi Global”. Jakarta 2008. http://books.google.co.id
Djauhar, Ahmad. “MEA...Mahluk Apakah Itu?. Senin, 11 Februari 2013. http://www.solopos.com/2013/02/11/mea-makhluk-apakah-itu-377862
http://www.solopos.com



[1] http://books.google.co.id
[2] http://www.marketing.co.id/apa-itu-masyarakat-ekonomi-asean-mea/
[3] http://www.solopos.com/2013/02/11/mea-makhluk-apakah-itu-377862
[4] Dr. Estyningtias P. “ Masyarakat Ekonomi ASEAN, Ancaman atau Tantangan?”. Selasa 16 Jamadilawal 1435 / 18 Maret 2014
[5] Departeman perdagangan Republik Indonesia.
http://ditjenkpi.kemendag.go.id/website_kpi/Umum/Setditjen/BukuMenujuASEANECONOMICCOMMUNITY2015.pdf
[6]  alwafi, Rafdy. “Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, Menjadi Pemain Utama atau Partisipan “. http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2014/07/02/
[7]  Wangke, Humphrey. “ Peluang Indonesia dalam Masyarkat Ekonomi ASAN 2015”. Info Singkat Hubungan Internasional Vol. VI, No. 10/II/P3DI/Mei/2014. http://berkas.dpr.go.id/pengkajian/files/info_singkat/Info%20Singkat-VI-10-II-P3DI-April-2014-4.pdf
[8] Wahyu Jatmiko dan Azizon(mahasiswa Manajemen dan Ilmu Ekonomi FEUI. “ Sarjana Ekonomi Indonesia, Belum Siap”. 15 Juli 2013. http://indomea.wordpress.com/
[9] Jumhur, “ Pemerintah Gagal Negosiasi Liberalisasi MEA”. 8 Juni 2014. http://moneter.co/jumhur-pemerintah-gagal-negosiasi-liberalisasi-mea/
[10] Khan, Adnan. “Mitos-mitos Palsu Ciptaan Barat, Adnan Khan”. Hal 71

1 komentar:

situsjudionline mengatakan...

sundul77.com Situs Agen Bola Terbaik | Judi Casino Online | poker uang asli | Bandar Slot Terpercaya
sundul77.com Adalah Situs Agen Bola Terbaik | Judi Casino Online | poker uang asli | Bandar Slot Terpercaya, Game Slot Mesin, Agen Sbobet, Agen Ibcbet, Agen Mansion88 sundul77 Merupakan Salah Satu Bandar Bola, Bandar Casino, Poker Online Terpercaya IDNSPORT. Kelebihan Bandar Bola Terbesar www.sundul77.com Desain Website Menarik, Live Casino Online 24 Jam Non-Stop Bersama Dealer Eropa & Dealer Asia..
Situs Agen Bola Terbaik | Judi Casino Online | poker uang asli | Bandar Slot Terpercaya, Game Slot Mesin, Agen Sbobet, Agen Ibcbet, Agen Mansion88
Bolagaming mempunyai tim berpengalaman dalam melayani setiap member yang bergabung di situs judi taruhan bola terbaik ini. Kami menyediakan customer service online 24 jam yang akan menemani anda dan membantu memberikan arahan kepada anda agar mudah saat melakukan pendaftaran. Anda bisa memilih jenis permainan judi taruhan online apa saja sesuai keinginan anda.
Ayo Bergabung Bersama Situs Judi Taruan Bola Terlengkap Bolagaming
situs agen bola terbaik,judi casino online,poker uang asli,poker uang asli,agen ibcbet

CONTOH PIDATO BAHASA INGGRIS MUDAH

Assalammu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh Excellency Mr. ..........  the director of ......... Respectable Mr...................